Investasikan Masa Depan Keluarga dengan Cara Membuat Mahar Saham

Ingin membuat mahar anti mainstream untuk pernikahan anda? bosan dengan mahar yang itu-itu saja? Mungkin perlu dicoba dengan cara membuat mahar saham. Tidak hanya sebagai instrumen kepemilikan sebuah perusahaan dalam hal investasi, kini saham menjadi trend sebagai mahar pernikahan.

Memilih saham sebagai mahar bisa dikatakan adalah pilihan menarik, pemilik bisa mendulang untung jika tepat dalam mengelola saham di pasar modal. Anda bisa memilih saham apa yang paling menguntungkan agar bisa berguna di masa depan.

Lalu bagaimana memilih saham yang menguntungkan? Dalam hal transaksi investasi saham pasti ada resiko gagal atau rugi. Saham yang menguntungkan bisa dilihat dari cara pembeliannya, membeli saham untuk jangka panjang atau jangka pendek.

Intinya saham akan menjadi menguntungkan jika anda benar dalam melakukan trading, dan bisa jadi rugi jika anda tidak paham waktu yang tepat kapan anda harus membeli atau menjual saham di pasar modal.

Transaksi Saham Jangka Panjang

Saham pada dasarnya adalah investasi jangka panjang, sektor paling besar dalam pasar modal Indonesia saat ini adalah saham bank dan barang konsumen. Anda pasti pernah mendengar beberapa orang membeli saham bank A atau membeli saham perusahaan B.

Saat anda ingin memilih membeli saham sebuah bank maka lihatlah keuntungan sepuluh tahun terakhir dari bank tersebut. Pilihlah keuntungan rata-rata bank yang setiap tahunya stagnan dan paling tinggi diantara bank lain.

Untuk Sektor barang konsumen ada berbagai perusahaan yang terkenal dalam IHSG yaitu, Unilever, Mayora, Indofood dan lain-lain. Pilihlah perusahaan yang kira-kira dalam sepuluh atau lima belas tahun ke depan masih tetap ada dan eksis alias perusahaan yang stabil tidak mudah bangkrut. Setelah itu lihat keuntungan rata-rata setiap perusahaan.

cara membuat mahar saham

Transaksi Saham Jangka Pendek

Transaksi saham jenis ini dikhususkan untuk kurun waktu dua belas bulan ke depan. Investasi jenis ini biasanya lebih menjurus kepada teknologi, namun sayangnya di Indonesia saham teknologi belum ada IPO. Sebagai contoh adalah saham dari Tokopedia, ARTO dari Gojek atau Emtek yang menaungi Bukalapak.

Selanjutnya adalah memilih perusahaan dengan melihat apakah mereka mempunyai profit yang menjanjikan, perusahaan yang sekiranya akan tumbuh kuat serta sehat alias tidak mempunyai hutang banyak. Terakhir dilihat dari nilai perusahaan, atau nilai pasar barang yang dijual. Setelah dapat memilih jenis investasi yang menguntungkan, mari kita simak cara membuat mahar saham.

Saham untuk Mahar

Trend  yang berkembang di masyarakat adalah menjadikan saham sebagai mahar. Bagi Anda yang juga tertarik menggunakan cara ini, mari kita cermati cara membuat mahar saham. Pihak Bursa Efek Indonesia juga memberikan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika saham hendak digunakan sebagai mahar.

Pertama, anda harus sudah mempunyai rekening bank perusahaan sekuritas. Ada beberapa perusahaan sekuritas yang bisa anda pilih, sudah dibahas di artikel sebelumnya.

Kedua, setelah anda mempunyai saldo di bank sekuritas, belilah saham sesuai dengan apa yang anda inginkan. Pastikan saham tersebut mempunyai profit yang menjanjikan di masa depan.

Ketiga, setelah saham berhasil dibeli anda bisa mencetak bukti kepemilikan saham agar bisa digunakan sebagai mahar pernikahan.

Lalu bagaimana hukum pemberian saham sebagai mahar dalam hukum Islam? Dalam hukum Islam memberikan mahar saham bisa dikatakan sah, karena saham adalah barang memiliki nilai dan dapat dijual belikan, hal ini sesuai dengan syarat mahar. Hanya saja saham yang digunakan sudah lulus MUI dan berlabel Syariah.

 

Simak informasi lainnya berikut ini: Ingin Mendapatkan Penghasilan Tambahan? Ini Dia Cara Mudah Main Saham