3 metode Sebagai Cara Menentukan Harga Saham Perusahaan

Tentunya Anda sudah tidak asing lagi bukan dengan saham? Atau bahkan pastinya Anda juga sering mendengar banyak orang bertanya tentang cara menentukan harga saham perusahaan bukan?Ya, saham merupakan salah satu jenis investasi yang banyak dilakukan belakangan. Dengan harga yang kerap kali naik dan turun, membuat saham juga menawarkan keuntungan yang tinggi meskipun resikonya pun juga semakin tinggi. Nah, maka dari itu, untuk bisa mengelola saham, pastikan Anda sudah mengetahui apa yang harus diperhatikan saat Anda berinteraksi dengan saham ya.

Sehubungan dengan itu, kali ini Saya ingin mengelola lebih lanjut tentang bagaimana cara menentukan harga saham perusahaan. Penasaran? Simak informasinya berikut ini ya!

Cara #1 : Price to Earning Ratio (P/E Ratio)

Pertama, cara paling mudah yang bisa Anda lakukan untuk menentukan bagaimana harga saham perusahaan adalah dengan menggunakan cara price to earning ratio atau yang sering dikenal dengan P/E Ratio. Cara ini nantinya dilakukan dengan melakukan pengalian terhadap total laba setahun dengan sebuah pengali lain. Untuk patokan kasarnya, pengali yang besarnya dibawah 10 biasanya akan dianggap sebagai hal yang pesimis atau konservatif, sedangkan untuk pengali 10 – 20 merupakan kategori pengali rata – rata, dan terakhir pengali 20 termasuk ke dalam kategori optimis atau agresif.

Salah satu contoh perhitungan saham dengan metode ini adalah sebagai berikut :

Jika suatu perusahaan punya laba bersih sekitar 200 milyar per tahunnya maka contoh valuasi agresif untuk perusahaan tersebut besarnya adalah 25x pengali.

Cara #2 : Price to Book Ratio (P/B Ratio)

Selanjutnya, cara paling mudah yang bisa Anda lakukan dalam penentuan dan perhitungan harga saham adalah dengan menggunakan metode price to book ratio (P/B ratio) yang mana metode ini didasarkan kepada perhitungan book value atau nilai ekuitas dari perusahaan sebagai nilai valuasinya. Nantinya, besaran harga akan sangat dipengaruhi oleh proses perkalian dari nilai ekuitas yang ada dengan sebuah pengali, seperti pada metode sebelumnya. Namun, untuk nilai pengali ini memang memiliki perbedaan dari satu industri ke industri lainnya. Misalnya sebagai contoh, untuk suatu perusahaan properti, nilai pengali atau multiplier yang lazim biasanya adalah sekitar 1, sedangkan untuk bank biasanya nilai pengali yang lazimnya adalah dalam rentang 2 sampai dengan 4.

cara menentukan harga saham perusahaan 1

Cara #3 : Discounted Dividend Model

Terakhir, cara menentukan harga saham perusahaan bisa Anda coba dengan menggunakan metode discounted dividend model, yang mana metode ini dilakukan dengan sedikit kompleks jika dibandingkan dengan kedua metode yang sudah terlebih dahulu dibahas. Metode ini berdasarkan kepada asumsi yang mana investor akan membeli saham ini untuk jangka waktu yang panjang serta diharapkan akan mendapatkan keuntungan dari adanya dividen di akhir periodenya (pembagian laba perusahaan).

Dalam perhitungan saham menggunakan metode ini, nantinya harga sebuah saham akan dihitung dengan melakukan penjumlahan terhadap total dari seluruh prediksi dividen di masa yang akan datang, yang mana nilai dividen di masa depan itulah yang nantinya akan dijumlahkan akan sesuai dengan nilai yang ada saat ini (yang mana sudah termasuk dengan perhitungan inflasi serta nilai suku bunga).

Nah, itulah 3 cara menentukan harga saham perusahaan. Sebenarnya, masih banyak sekali metode yang bisa dilakukan dalam penentuan harga saham, hanya saja, ketiga contoh yang dibahas merupakan metode yang banyak digunakan serta yang paling memberikan gambaran penentuan harga saham saat ini. Selamat mencoba dan semoga berhasil melakukan transaksi saham ya!

 

Simak tips lain berikut ini: Jangan Sampai Menyesal, Inilah Panduan Anda Belajar Bermain Saham untuk Pemula